SKRIP RINGKAS TAUSIAH DR. ABDURRAHMAN AWAJI DI MASJID AL-FALAH, PEKANBARU, TANGGAL 4 JULI 2015

abdurrahaman awaji di alfalah

(Videonya bisa disimak di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=sfOC-5cBHCY)

Nabi Muhammad membawa syariat penutup untuk seluruh alam dan ummat manusia. Kemuliaan seorang manusia bukan dilihat dari Arab atau bukan Arab tapi dari ketaqwaannya dan bagaimana ia berpegang teguh pada syariat Islam yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad bekerja keras menyampaikan risalah Islam sehingga sampai kepada kita dan tugas kita pula untuk meneruskan kepada generasi berikutnya.  Rasulullah amat sangat mencintai kita, meskipun beliau hanya bertemu dengan para sahabat dan beliau tidak pernah melihat kita sebagai orang-orang yang datang kemudian.  Karena itu kita wajib membalas cinta Nabi itu kepada kita, melebihi cinta kita kepada yang lain.  Nabi juga memerintahkan kita sabar dalam berbagai keadaan sampai kita kelak berjumpa dengan Nabi SAW.  Risalah itu sampai kepada kita melalui para sahabat dan para periwayat yaitu orang-orang yang terpercaya.

Sesuai dengan riwayat dalam Al-Quran dan hadits, Rasulullah melalui jalan dan perjuangan panjang dan berat dalam menyampaikan risalah itu namun Nabi SAW selalu mendoakan kebaikan dan bukan kebinasaan terhadap orang-orang yang mengingkari beliau.  Karena itu kita harus menunjukkan bukti cinta kepada Nabi SAW dengan mengikuti Al-Quran dan Sunnah sehingga jawaban kita kepada Allah kelak sesuai dengan perintahNya.

Setiap syariat ada hikmah di dalamnya namun kita tetap menjalankannya, terlepas dari nampaknya manfaat hikmah itu atau tidak.  Islam itu mudah maka tidak boleh mempersulit-sulit agama sehingga orang lari dari agama Islam.  Islam prinsipnya menjaga diri manusia dari kebinasaan, kepada orang-orang yang beriman diperintahkan bukan untuk mengajak kepada berpecah belah tapi membawa pesan kedamaian, menghormati perbedaan pendapat sekalipun dengan yang berbeda keimanan, dan meyebarkan kedamaian misalnya dengan senyum.

Islam mengajarkan agar menyantuni orang lemah, sayang pada anak kecil, menghormati orang tua, memuliakan orang-orang Muslim yang seakidah, berkasih sayang sampai dengan kepada hewan.  Jadi ajaran Islam menebarkan kedamaian dan kasih sayang, bukan mempersulit, menimbulkan konflik, dan menebarkan masalah.

Para ulama berijtihad dalam berbagai masalah, mungkin sepakat dalam satu masalah tapi berbeda dalam satu masalah. Banyak ulama besar berijtihad tapi ada empat ulama besar Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Mereka para ulama ahli ijtihad sedangkan kita orang yang bertaqlid dan mengikuti mazhab mereka dalam beramal.  Harus diketahui dengan benar bahwa mereka punya titik-titik temu dan sangat bersahabat dan tidak ada konflik diantara murid-murid para imam maka tidak ada konflik dan permusuhan diantara mereka.

Semua para ulama itu adalah ahli ijtihad berdasarkan dalil sedang kita pengikut kepada dalil maka kita tidak mengatakan kepada orang sebagai pelaku bid’ah karena berbeda dalam masalah ijtihad.  Para imam yang empat itu menyuruh buang pendapat mereka jika ditemukan hadits yang bertentangan dengan pendapat mereka itu.  Banyak terjadinya ikhtilaf, contohnya dalam sholat ada duduk istirahat sebelum berdiri.  Dalam mazhab Syafi’i duduk itu sunnah sementara dalam mazhab Hambali duduk istirahat itu tidak ada.

Kenapa bisa ikhtilaf?  Karena hadits yang sampai kepada masing-masing imam berbeda bunyinya, yang sampai kepada Imam Syafi’i ketika Nabi sudah tua, yang sampai kepada Imam Hambali ketika masih muda.  Demikian pula dalam hal membaca bismillah, bisa sir bisa jahar yang kedua-duanya sunnah dan shahih.  Demikianlah agama itu mudah dan kita diperintahkan untuk mengikuti perintah Nabi Muhammad SAW. Karena itu kita wajib kembali kepada tuntunan Al-Quran.  Mari kita kembali kepada ajaran Islam.

Dari Tanya Jawab:

Kata-kata pelaku bid’ah sudah dipakai oleh para ulama zaman dulu tapi kepada para syiah dan khawarij. Apa boleh mengatakan pelaku bid’ah kepada yang berbeda pada masalah amalan yang berdasarkan ijtihad ulama?  Terlalu mudah mengeluarkan kata pelaku bid’ah itu tasahul atau bertentangan dengan hadits Nabi SAW yang melarang untuk mengatakan kafir kapeda orang karena bila dikatakan kepada yang tidak benar demikian maka akan kembali kepada yang mengatakannya.

Hukuman bagi homoseksual dan lesbian, tidak hanya diharamkan dalam Islam tapi dalam Taurat dan Injil pun diharamkan.  Zaman pemerintahan Umar Bin Khattab mereka dihukum mati.  Ini bertentangan dengan fitrah yang sudah digariskan Allah Swt: Laki-laki suka dengan Perempuan dan Perempuan suka dengan Laki-laki.

Kaki celana atau kain atau jubah yang haram bila di bawah mata kaki bila angkuh dan sombong, bila tidak angkuh dan sombong tidak termasuk yang diancam oleh Rasulullah SAW.

Nabi bersabda: potongah kumis, biarkan jenggot.  Para ulama berbeda pendapat tentang  “biarkan jenggot” ini, apakah maknanya wajib atau sunnat, sebagaian mengatakan wajib sebagian mengatakan sunnat.

Boleh memberikan zakat hanya pada satu kelompok ashnaf saja.

Syi’ah adalah orang-orang yang mencaci maki dan mengkafirkan para sahabat Nabi SAW.

Tentang Nuzulul Quran, semua hal yang baik selama tidak bertentangan dengan syari’at maka itu boleh dan sah untuk dilakukan.

Catatan: Mungkin catatan ini tidak selengkap tausiahnya dan ada yang tercecer. Segala kekurangan dari saya yang dhoif, mohon maaf bila ada kekuragan dan kesalahan.

 

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke SKRIP RINGKAS TAUSIAH DR. ABDURRAHMAN AWAJI DI MASJID AL-FALAH, PEKANBARU, TANGGAL 4 JULI 2015

  1. Ping-balik: MENGENAL PROF. DR. ABDURRAHMAN AWAJI, IMAM RAMADHAN YANG ARIF DAN SEJUK | RIAU 2020 - menuju melayu baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *