Petahana

sumokid

Mungkin kuping kita masih agak asing dengan kata petahana yang memang baru muncul tahun 2009.  Kata ini berasal dari tahana yang artinya kebesaran, kedudukan, atau kemuliaan. Dalam lingkup politik dipakai untuk sebutan orang atau pihak yang sedang menjabat atau memegang jabatan politik; dalam Bahasa Inggris incumbent.

Petahana yang sekarang populer bila ada pemilihan kepala daerah, pertama kali dipakai untuk menyebutkan posisi Presiden SBY yang akan bertarung dalam pemilihan umum Presiden RI Tahun 2009. Sebelumnya dirasakan tidak ada kebutuhan kata ini karena Presiden Suharto ketika itu dapat dikatakan tak ada lawan tandingnya, termasuk partai politik yang mengusungnya. Karena itu petahana juga bermakna kelompok atau partai politik yang sedang memerintah yang akan mempertahankan kekuasaannya dalam pemilihan umum.

Kita baru saja selesai melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak di seluruh Indonesia untuk Gubernur, Bupati, atau Walikota di berbagai daerah.  Meskipun tingkat partisipasi pemilih kurang menggembirakan tapi dinamika politiknya tetap ramai seperti yang sudah-sudah.  Bagi yang memilih, masih menunggu hasil perhitungan suara dan penetapannya dengan berbagai perasaan dan harapan.

Dari gambaran perhitungan sementara, ada petahana yang berhasil, ada pendatang baru yang muncul, dan bahkan ada seorang calon bupati terpilih yang baru berusia 26 tahun.  Dengan izin Allah, bagi yang memang tentu merasa puas karena usahanya bersama tim memang sukses. Bagi yang belum berhasil hendaknya tidak kecewa berlarut-larut karena sebelum memutuskan maju dulu pasti sudah memperkirakan segala kemungkinan.  Masih banyak waktu dan kesempatan untuk mengabdi bagi masyarakat yang memang masih mengharapkan uuran tangan para cerdik cendekia dan para penggiat dan pembela nasib mereka.

Khusus bagi petahana yang tidak berhasil mempertahankan posisinya, hendaknya dapat mengambil hikmah yang sebaik-baik dan seluas-luasnya.  Segala peluang dan kesempatan yang sudah ditangan selama ini sebenarnya adalah modal yang sudah tersedia dengan mudah dan murah untuk melapangkan jalan untuk perioda kedua.  Seorang petahana yang kalah mungkin belum dapat memenuhi harapan dan membangkitkan tingkat kepercayaan masyarakat.  Bila pandangan itu salah, mudah-mudahan dapat memperbaikinya dengan langkah-langkah di luar kelembagaan pemerintah yang akan dilakukan berikutnya.  Bagaimanapun, terimakasih para petahana atas pengabdian pada perioda lalu; semoga jadi amal ibadah di sisi Allah Swt.

(gambar dari http://www.politicalcampaigningtips.com/incumbent-candidates-political-campaigns-for-re-election/)

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *