Pelanggaran Sunnatullah

Entah karena makin luas dan terbukanya informasi, entah karena makin longgarnya social alarming system kita, setiap hari kita dihadapkan pada masalah2 yang meprihatinkan dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari masalah ekonomi di grass root, masalah sosial, hukum, sampai ke politik di lingkungan elit. Makin banyak kita mengakses informasi, sering kita makin pusing dan bingung jadinya oleh keadaan yg ada.

Belum habis kita terheran-heran dengan satu hal, sering telah muncul pula hal lain. Banyak kejadian merupakan anomali dari prasangka baik kita terhadap suatu sistem nilai atau kelompok orang yg berkenaan. Hari ini sudah biasa kalau kita terkejut secara beruntun oleh kejadian2 yang sebelumnya tak lazim atau tak kita sangka dapat terjadi.

Kalau dari tinjauan pemikiran spiritual, keadaan hari ini karena kita terlalu banyak orang melanggar Sunnatullah sehingga otomatis menimbulkan akibat yg tak bisa dielakkan, sesuai Sunnatullah itu. Makin lama perbaikan sikap/prilaku dan makin banyak pelanggaran itu, dampaknya makin meluncur dan membesar seperti bola salju.

Mungkin pandangan ini terasa “konservatif” tapi perlu jadi pembanding karena sudah demikian banyak pendekatan “modern” yg kita lakukan, belum ada yg berhasil sehingga bola salju itu terus menggelinding. Takkan berhasil perbaikan keadaan ini kalau tak dimulai dari dan menyentuh akar masalahnya yg menyangkut mental dan moral ini.

Kalau mau pakai bahasa yg lebih benderang: Rahmat Allah tdk turun di negeri kita atau mungkin sedang dicabut. Yg lebih mengkawatirkan lagi, kalau kita tetap juga tidak mengembalikan kerangka pikir dan perilaku pada tuntunan Ilahi, bukan tidak mungkin bukan hanya sekedar chaos yg meletup sana sini tapi Rahmat itu nanti Allah ganti dengan bala atau siksa. Naudzubillah.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *